Minggu, 14 Desember 2008

Mengenal Klaas-Jan Huntelaar

Klaas-Jan Huntelaar lahir 12 Agustus 1983. Striker tim nasional Belanda yang mulai Januari 2009 mendatang akan merumput di Real Madrid CF ini pernah berkiprah di klub AFC Ajax, De Graafschap, AGOVV Apeldoorn, dan SC Heerenveen.


Striker asal Belanda ini diboyong Real Madrid dari Ajax dengan nilai kontrak 20 milyar Euro, sekitar 25,6 milyar dollar AS. Bersama presiden klub, Ramon Calderon, Huntelaar telah dipoerkenalkan pada publik di Santiago Barnebeu pada 4 Desember lalu. Huntelaar akan melapis striker Ruud Van Nistelrooy yang mengalami cedera lutut dan akan absen sepanjang sisa musim.

“Saya telah berada di klub terbaik di dunia dan akan berusaha mencetak gol sebanyak mungkin.” kata Huntelaar yang akan mengenakan kaos bernomor 19 di klub barunya.

Huntelaar yang telah mencetak 10 goal di 18 penampilan Internasional bersama tim senior Belanda adalah pemain ke-6 asal Belanda yang ada di Real Madrid, bahkan seperti Wes Sneijder adalah telah lama menjadi rekan sati tim di Ajax, jadi rasanya akan mudah bagi Huntelaaar beradaptasi di kamar ganti El-Real.

Huntelaar adalah Dutch Football Talent of the Year, juga Ajax Player of the Year pada tahun 2006. Saat masih menjadi bagian dari tim junior Belanda, ia turut memenangi 2006 UEFA European Under-21 Football Championship sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak. Di liga domestik, ia menjadi top skor di musim 2005–06 dan 2007–08.

Huntelaar di lahirkan di Drempt, sebuah kampung di Achterhoek Belanda. Ia dan orantuanya, Dirk Jan dan Maud Huntelaar kemudian pindah ke Hummelo. Saat umur lima tahun ia mengikuti jejak saudara-saudaranya bergabung ke tim sepakbola lokal v.v. H. en K. dan bermain selama 6 tahun.

Bakat Huntelaar pertama kali ditangkap oleh klub Go Ahead Eagles. Tapi karena jarak markas klub tersebut yang jauh ia urung bergabung. Bakatnya kemudian berlabuh di klub De Graafschap. Di sana, Huntelaar pernah bermain di posisi left back, left winger, attacking midfielder, dan bahkan sebagai penjaga gawang. Baru pada tahun ketiga ia diplot sebagai striker.

Bakat strikernya mulai tampak di musim 1997–98 di tim-C klub tersebut ia mencetak 33 gol dalam 20 partai sehingga dipromosikan masuk ke tim B1. Pada musim 1999-2000, Huntelaar menjadi top skor liga B1 dengan 31 gol. Kemampuan mencetak golnya menarik perhatian PSV yang kemudian mengontraknya pada Juni 2000.

Musim pertamanya di PSV ia langgsung menarik perhatian Willy van der Kuijlen yang melatih tim A1, menjadi top skor liga junior dengan koleksi 26 gol di 23 partai. Gus Hiddink lalu membawanya ke tim senior walau harus menunggu peluang untuk tampil di starting line-up. Debutnya di liga Belanda adalah ketika menggatikan Mateja Kežman pada 23 November 2002 saat PSV menang 0–3 atas tuan rumah RBC Roosendaal.

Tapi setelah itu ia justru dipinjamkan ke tim senior klub lamanya De Graafschap. Beberapa kali tampil tanpa mencetak gol. Akhirnya ia dipinjamkan lagi ke AGOVV yang hanya berada di Eerste Divisie. Di sana ia mulai bersinar. Mencetak 26 gol di 35 penampilan dan menjadi pencetak gol terbanyak dan menjadi Eerste Divisie's Player of the Season 2007. Setelah kontraknya dengan PSV tidak diperpanjang, dengan status free transfer ia pindah ke SC Heerenveen.

Musim pertama di klub barunya ia mencetak 17 gol di 31 partai dan membawa Heerenveen ke kualifikasi UEFA Cup 2005. Musim selanjutnya ia mencetak 17 gol dalam 15 partai yang mernarik perhatian klub Ajax yang langsung membelinya dengan nilai 9 milyar Euro. Ia semakin mengkilap di Ajax dan Tim Nasional Belanda.

Begitulah, Huntelaar mulai diperbincangkan sebagai pemain yang punya style Marco van Basten dan Fernando Morientes. Hm, jadi tidak sabar menunggu hingga Januari untuk menyaksikan aksi perdananya di Santiago Barnebeu, habis Madrid keok melulu belakangan ini.

Tidak ada komentar: