Minggu, 23 November 2008

Diego Armando Maradona Is Back!

Dua puluh sembilan tahun lalu, saat masih berusia 18 tahun, Diego Armando Maradona datang ke Hamden Park, Glasgow, bersama Tim Nasional Argentina menghadapi tuan rumah Skotlandia. Mereka mengandaskan Skotlandia 3-1. Kini, tepatnya 20 November lalu, dia beraksi lagi.


Si pemilik "Gol Tangan Tuhan" ini kembali lagi ke Hamden Park, Glasgow, tapi ia sudah tidak muda lagi. Ia datang bersama Tim Tango Argentina menghadapi tim yang sama, The Tartan Army Skotlandia, dalam pertandingan ujicoba menuju Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Tak mengecewakan, Tim Nasional Argentina menjegal Skotlandia satu gol tanpa balas melalui kaki Maxi Rodriguez. Tapi tunggu dulu, dimana si boncel ini, kok tidak ada di tengah lapangan? Mana gocekan bolanya yang menawan melewati satu, dua, tiga, empat, hingga lima pemain lawan sekaligus?

Ya, Maradona memang tidak ada di tengah lapangan. Lihatlah ia malah berteriak-teriak memberikan instruksi dari bangku cadangan pemain Timnas Argentina. Mamamia, ternyata Maradona, sang legenda hidup Argentina tersebut sedang mengawali debutnya sebagai pelatih Timnas Argentina.

Maradona tampak menikmati kehadirannya sebagai pelatih baru Argentina. Beberapa sumber menyebut, hal ini karena ia juga mengangkat Carlos Bilardo sebagai asistennya. Bilardo adalah pelatih yang membawa Maradona dan Argentina meraih gelar di Meksiko 1986. Tapi apapun itu, Maradona tampaknya sudah menjawab pertanyaan awal mengenani kapasitasnya sebagai pelatih, apalagi dalam squadnya ketika meraih kemenangan itu, Maradona tidak mengikutsertakan tiga pemain pilar Argentina: Kun Aguero, Lionel Messi, dan Roman Riquelme.

Walau sudah tidak sebagai pemain, tampaknya di episode mendatang, dunia sepakbola bakal kembali mendapatkan gairah baru dari Maradona. Kita bisa melihat bagaimana sang legenda ini nantinya bersitegang dengan pelatih-pelatih papan atas timnas negara lain, seperti Marcelo Lippi, pelatih Italia; Raymond Domenech, pelatih Prancis; dan Fabio Capello, pelatih Inggris.

Kita akan menunggu apakah kiprahnya sebagai pelatih akan segemilang saat ia menjadi pemain. Apa ia bisa menandingi Jurgen Klinsmann, saat melatih timnas Jerman, atau Carlos Dunga, pelatih Brasil saat ini. Ya, rasanya patut ditunggu, lagipula siapa yang akan menduga jika nantinya bakal datang kabar menghebohkan dari Maradona seperti yang pernah dibuatnya dengan "Gol Tangan Tuhan" ke gawang Inggris di Piala Dunia Meksiko 1986.

Tidak ada komentar: